Jumat, 06 April 2018

Diantara Dua Pilihan

Untuk kesekian kalinya kamu berpikir 
Bahwa kamulah yang paling benar
Bahwa apapun yang kamu lakukan adalah yang terbaik
Tak ada yang lebih penting selain apa yang kamu rasakan

Tak pernahkah kamu mengerti
Bahwa tak selamanya apa yang kamu pikirkan adalah benar
Bahwa tak selamanya apa yang kamu lakukan adalah yang terbaik

Ketahuilah sahabat, 
Aku diam bukan berarti membenarkanmu
Aku diam bukan berarti tak mengerti apa maksudmu
Aku diam karna aku menyayangimu ..

Kini kuberada diantara dua keadaan yang sesungguhnya teramat sulit untuk kulalui
Keadaan yang mengharuskanku untuk memilih
Yang sejatinya takkan pernah bisa untukku menentukan pilihan

Saat ini kuhanya menjalankan peranku sebagai sahabat
Sahabat adalah seseorang yang akan menasehatimu disaat kamu salah
Sahabat adalah seseorang yang akan senantiasa membantumu bangkit disaat kamu terjatuh
Sahabat adalah ia yang akan mengingatkanmu disaat kamu mulai keliru
Namun, keputusan selalu ada pada dirimu
Karna sahabat hanyalah seseorang yang selalu ada untukmu, bukan menjadi dirimu

Mengertilah sahabat, 
Bahwa dunia tak selalu berpihak padamu
Tak selamanya harapan sesuai dengan keinginanmu
Dan tidak semua orang yang kamu percaya akan setia 
Maka dari itu karenanya akan selalu ada kata ikhlas

Airmata kembali membasahi setiap sudut mata ini
Ketika kamu memilih acuh pada perhatianku
Hati ini kembali sakit
Ketika kamu tak menghiraukan kerinduanku
Namun, semua kuterima karena ku tak ingin kamu merasakan perihnya kekecewaan
Marah bisa menemui kata maaf
Tapi kecewa takkan bisa menemui kata sembuh

Mungkin saat ini kamu belum mengerti
Tapi kupercaya ini hanyalah perihal waktu
Dan ketika waktunya telah tiba
Kumohon tetaplah disini
Karena tak pernah sedikitpun kugemari waktu yang berjalan tanpamu
Ia melangkah terlalu lambat, menyisakan rindu tanpa tamat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar