Rabu, 04 April 2018

Apakah Waktunya Telah Tiba ?


Apakah waktunya telah tiba

Waktu yang pernah kita takutkan sebelumnya

Dimana kita tidak sempat untuk berbagi cerita, melepas rindu bahkan tidak ada lagi hal konyol yang kita lakukan hanya untuk melukis senyum diwajahmu, sahabat

Hanya karena waktu yang terbatas

Hanya karena kini kita telah mempunyai kesibukan masing-masing



Apakah benar rasa itu sudah tidak ada lagi ?

Apakah sungguh rasa itu telah berubah seiring dengan permasalahan yang tercipta ?

Dan apakah pada akhirnya persahabatan ini akan jadi kenangan dimana kita hanya bisa mengingat setiap waktu terbaik yang pernah kita lewati bersama tanpa bisa mengulanginya lagi ?



Aku duduk disini sambil memperhatikan indahnya langit malam

Malam ini kumerasa sangat iri pada bulan dan bintang

Keduanya tampak begitu melengkapi, bersama memancarkan cahaya dengan indahnya

Padahal dulu aku sangat bangga karna kuberpikir tidak ada yang lebih indah dari kebersamaan kita



Kamu tau sahabat, bahkan bulan dan bintang sekalipun tidak selalu beriringan

Mereka juga pernah mengalami perselisihan

Kadang bulan hanya menyinari bumi sendirian, begitupun sebaliknya

Dan aku selalu memperhatikan saat bulan menyinari bumi tanpa bintang, entah kenapa cahayanya terasa redup seakan enggan menyinari bumi

Dan ketika bintang menghiasi langit tanpa kehadiran bulan, entah kenapa langit yang luaspun terasa sepi padahal bertaburan bintang dimana-mana

Tapi ketika mereka bersama tampak begitu indah, cahayanya saling melengkapi dan siapapun yang melihatnya akan merasa bahagia dan damai



Wahai sahabat, bahkan bulan dan bintangpun juga pernah bertengkar

Apalagi kita yang hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan

Namun, apakah karna perselisihan itu dengan mudahnya perasaan itu berubah ?

Kini aku kembali teringat dengan janji yang pernah terucap

‘Bahwa suatu saat nanti disaat kita sudah tidak lagi bersama percayalah rasa sayang ini tidak akan pernah berubah’

Apa hanya aku yang mengingat janji itu sampai detik ini ?

Jika hanya karena pertengkaran bisa membuat rasamu berubah, bagaimana jika aku tidak lagi bersamamu ?

Saat itu aku tidak yakin rasamu akan tetap sama, bahkan aku takut kamu tidak mengingatku lagi.



Airmata ini terus mengalir saat aku mengingat kenangan indah kita

Jujur, kini ku semakin rindu dengan kenangan itu dengan kebiasaan kita

Yang ketika kusadari bahwa mungkin tak akan bisa terulang lagi

Kuhanya bisa menangis dan mengingatnya sampai akhirnya kuterlelap dalam tidur yang membawaku ke masa itu meski hanya dalam mimpi.



By : Yang selalu merindukanmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar