Apakah waktunya telah
tiba
Waktu yang pernah kita
takutkan sebelumnya
Dimana kita tidak
sempat untuk berbagi cerita, melepas rindu bahkan tidak ada lagi hal konyol
yang kita lakukan hanya untuk melukis senyum diwajahmu, sahabat
Hanya karena waktu yang
terbatas
Hanya karena kini kita
telah mempunyai kesibukan masing-masing
Apakah benar rasa itu
sudah tidak ada lagi ?
Apakah sungguh rasa itu
telah berubah seiring dengan permasalahan yang tercipta ?
Dan apakah pada
akhirnya persahabatan ini akan jadi kenangan dimana kita hanya bisa mengingat
setiap waktu terbaik yang pernah kita lewati bersama tanpa bisa mengulanginya
lagi ?
Aku duduk disini sambil
memperhatikan indahnya langit malam
Malam ini kumerasa
sangat iri pada bulan dan bintang
Keduanya tampak begitu
melengkapi, bersama memancarkan cahaya dengan indahnya
Padahal dulu aku sangat
bangga karna kuberpikir tidak ada yang lebih indah dari kebersamaan kita
Kamu tau sahabat,
bahkan bulan dan bintang sekalipun tidak selalu beriringan
Mereka juga pernah
mengalami perselisihan
Kadang bulan hanya
menyinari bumi sendirian, begitupun sebaliknya
Dan aku selalu
memperhatikan saat bulan menyinari bumi tanpa bintang, entah kenapa cahayanya
terasa redup seakan enggan menyinari bumi
Dan ketika bintang
menghiasi langit tanpa kehadiran bulan, entah kenapa langit yang luaspun terasa
sepi padahal bertaburan bintang dimana-mana
Tapi ketika mereka
bersama tampak begitu indah, cahayanya saling melengkapi dan siapapun yang
melihatnya akan merasa bahagia dan damai
Wahai sahabat, bahkan
bulan dan bintangpun juga pernah bertengkar
Apalagi kita yang hanya
manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan
Namun, apakah karna perselisihan
itu dengan mudahnya perasaan itu berubah ?
Kini aku kembali
teringat dengan janji yang pernah terucap
‘Bahwa suatu saat nanti
disaat kita sudah tidak lagi bersama percayalah rasa sayang ini tidak akan
pernah berubah’
Apa hanya aku yang
mengingat janji itu sampai detik ini ?
Jika hanya karena
pertengkaran bisa membuat rasamu berubah, bagaimana jika aku tidak lagi
bersamamu ?
Saat itu aku tidak
yakin rasamu akan tetap sama, bahkan aku takut kamu tidak mengingatku lagi.
Airmata ini terus
mengalir saat aku mengingat kenangan indah kita
Jujur, kini ku semakin
rindu dengan kenangan itu dengan kebiasaan kita
Yang ketika kusadari
bahwa mungkin tak akan bisa terulang lagi
Kuhanya bisa menangis
dan mengingatnya sampai akhirnya kuterlelap dalam tidur yang membawaku ke masa
itu meski hanya dalam mimpi.
By : Yang selalu
merindukanmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar